Jumat, 29 Januari 2016

Agrobisnis

Agribisnis

Sejarah Agribisnis

Agribisnis berasal dari kata Agribusiness, Agriculture artinya pertanian dan Business berarti usaha atau kegiatan yang berorientasi profit. Secara sederhana Agribisnis (agribusiness) adalah usaha atau kegiatan pertanian serta apapun yang terkait dengan pertanian berorientasi profit.

Istilah “agribusiness” untuk pertama kali dikenal oleh masyarakat Amerika Serikat pada tahun 1955, ketika John H. Davis menggunakan istilah tersebut dalam makalahnya yang disampakan pada "Boston Conference on Disiribution". Kemudian John H. Davis dan Ray Goldberg kembali lebih memasyarakatkan agribisnis melalui buku mereka yang berjudul "A Conception of Agribusiness" yang terbit tahun 1957 di Harvard University. Ketika itu kedua penulis bekerja sebagai guru besar pada Universitas tersebut. Tahun 1957 dianggap oleh para pakar sebagai tahun kelahiran dari konsep agribisnis. Dalam buku tersebut, Davis dan Golberg mendefinisikan agribisnist: "The sum total of all operation involved in the manufacture and distribution of farm supplies, Production operation on farm, and the storage, processing and distribution of farm commodities and items made from them".

Pengertian Agribisnis Menurut Ahli

1. Arsyad dan kawan-kawan menyatakan Agribisnis adalah suatu kesatuan kegiatan usaha yang meliputi salah satu atau keseluruhan dari mata rantai produksi, pengolahan hasil dan pemasaran yang ada hubungannya dengan pertanian dalam arti luas. Pertanian dalam arti luas adalah kegitan usaha yang menunjang kegiatan pertanian dan kegiatan usaha yang ditunjang oleh kegiatn pertanian.

2. E. Paul Roy memandang agribisnis sebagai suatu proses koordinasi berbagai sub-sistem. Koordinasi merupakan fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sub-sistem menjadi sebuah sistem.

3. Wibowo mengartikan agribisnis mengacu kepada semua aktivitas mulai dari pengadaan, prosesing, penyaluran sampai pada pemasaran produk yang dihasilkan oleh suatu usaha tani atau agroindustri yang saling terkait satu sama lain.

Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa Agribisnis adalah kegiatan yang berhubungan dengan penanganan komoditi pertanian dalam arti luas, yang meliputi salah satu atau keseluruhan dari mata rantai produksi, pengolahan masukan dan keluaran produksi (agroindustri), pemasaran masukan-keluaran pertanian dan kelembagaan penunjang kegiatan. Yang dimaksud dengan berhubungan adalah kegiatan usaha yang menunjang kegiatan pertanian dan kegiatan usaha yang ditunjang oleh kegiatan pertanian. (Downey and Erickson. 1987).

Lahan Pertanian


Pengertian lain dari Agribisnis

Pengertian Agribisnis menurut Cramer and Jensen Agribisnis adalah suatu kegiatan yang sangat kompleks, meliputi industri pertanian, industri pemasaran hasil pertanian dan hasil olahan produk pertanian, industri manufaktur dan distribusi bagi bahan pangan dan serat-seratan kepada pengguna/konsumen.


Pengertian agribisnis menurut Wikipedia Agribisnis adalah bisnis berbasis usaha pertanian atau bidang lain yang mendukungnya, baik di sektor hulu maupun di hilir. Penyebutan "hulu" dan "hilir" mengacu pada pandangan pokok bahwa agribisnis bekerja pada rantai sektor pangan (food supply chain). Agribisnis mempelajari strategi memperoleh keuntungan dengan mengelola aspek budidaya, pascapanen, proses pengolahan, hingga tahap pemasaran.


Pengertian Agribisnis menurut Austin Agribisnis adalah kesatuan kegiatan usaha yang meliputi kegiatan usahatani, pengolahan bahan makanan, usaha sarana dan prasarana produksi pertanian, transportasi, perdagangan, kestabilan pangan dan kegiatan-kegiatan lainnya termasuk distribusi bahan pangan dan serat-seratan kepada konsumen.


Agribisnis dari cara pandang ekonomi ialah usaha penyediaan pangan. Pendekatan analisis makro memandang agribisnis sebagai unit sistem industri dan suatu komoditas tertentu, yang membentuk sektor ekonomi secara regional atau nasional. Sedangkan pendekatan analisis mikro memandang agribisnis sebagai suatu unit perusahaan yang bergerak, baik dalam salah satu subsistem agribisnis, baik hanya satu atau lebih subsistem dalam satu lini komodias atau lebih dari satu lini komoditas.
Sebagai subjek akademik, agribisnis mempelajari strategi memperoleh keuntungan dengan mengelola aspek budidaya, penyediaan bahan baku, pascapanen, proses pengolahan, hingga tahap pemasaran. Dengan definisi ini dapat diturunkan ruang lingkup agribisnis yang mencakup semua kegiatan pertanian yang dimulai dengan pengadaan penyaluran sarana produksi (the manufacture and distribution of farm supplies), produksi usaha tani (Production on the farm) dan pemasaran (marketing) produk usaha tani ataupun olahannya. Ketiga kegiatan ini mempunyai hubungan yang erat, sehingga gangguan pada salah satu kegiatan akan berpengaruh terhadap kelancaran seluruh kegiatan dalam bisnis. 

Lahan Pertanian


Pengertian Agribisnis Secara Umum Dan Menurut Para Ahli

Secara konsepsional sistem agribisnis dapat diartikan sebagai semua aktifitas, mulai dari pengadaan dan penyaluran sarana produksi (input) sampai dengan pemasaran produk-produk yang dihasilkan oleh usaha tani serta agroindustri, yang saling terkait satu sama lain. Dengan demikian sistem agribisnis merupakan suatu sistem yang terdiri dari berbagai subsistem yaitu:
A. Subsistem Agribisnis/Agroindustri Hulu Meliputi pengadaan sarana produksi pertanian antara lain terdiri dari benih, bibit, makanan ternak, pupuk , obat pemberantas hama dan penyakit, lembaga kredit, bahan bakar, alat-alat, mesin, dan peralatan produksi pertanian. Pelaku-pelaku kegiatan pengadaan dan penyaluran sarana produksi adalah perorangan, perusahaan swasta, pemerintah, koperasi. Betapa pentingnya subsistem ini mengingat perlunya keterpaduan dari berbagai unsur itu guna mewujudkan sukses agribisnis. Industri yang meyediakan sarana produksi pertanian disebut juga sebagai agroindustri hulu (upstream).
B. Subsistem budidaya / usahatani
Usaha tani menghasilkan produk pertanian berupa bahan pangan, hasil perkebunan, buah-buahan, bunga dan tanaman hias, hasil ternak, hewan dan ikan. Pelaku kegiatan dalam subsistem ini adalah produsen yang terdiri dari petani, peternak, pengusaha tambak, pengusaha tanaman hias dan lain-lain.
C. Subsistem Agribisnis/agroindustri Hilir meliputi Pengolahan dan Pemasaran (Tata niaga) produk pertanian dan olahannya
Dalam subsistem ini terdapat rangkaian kegiatan mulai dari pengumpulan produk usaha tani, pengolahan, penyimpanan dan distribusi. Sebagian dari produk yang dihasilkan dari usaha tani didistribusikan langsung ke konsumen didalam atau di luar negeri. Sebagian lainnya mengalami proses pengolahan lebih dahulu kemudian didistribusikan ke konsumen.
Pelaku kegiatan dalam subsistem ini ialah pengumpul produk, pengolah, pedagang, penyalur ke konsumen, pengalengan dan lain-lain. Industri yang mengolah produk usahatani disebut agroindustri hilir (downstream). Peranannya amat penting bila ditempatkan di pedesaan karena dapat menjadi motor penggerak roda perekonomian di pedesaan, dengan cara menyerap/mencipakan lapangan kerja sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

D. Subsistem jasa layanan pendukung agribisnis (kelembagaan)
Subsistem jasa layanan pendukung agribisnis (kelembagaan) atau supporting institution adalah semua jenis kegiatan yang berfungsi untuk mendukung dan melayani serta mengembangkan kegiatan sub-sistem hulu, sub-sistem usaha tani, dan sub-sistem hilir. Lembaga-lembaga yang terkait dalam kegiatan ini adalah penyuluh, konsultan, keuangan, dan penelitian. Lembaga penyuluhan dan konsultan memberikan layanan informasi yang dibutuhkan oleh petani dan pembinaan teknik produksi, budidaya pertanian, dan manajemen pertanian.
Untuk lembaga keuangan seperti perbankan, model ventura, dan asuransi yang memberikan layanan keuangan berupa pinjaman dan penanggungan risiko usaha (khusus asuransi). Sedangkan lembaga penelitian baik yang dilakukan oleh balai-balai penelitian atau perguruan tinggi memberikan layanan informasi teknologi produksi, budidaya, atau teknik manajemen mutakhir hasil penelitian dan pengembangan.


Berdasarkan pandangan bahwa agribisnis sebagai suatu sistem dapat terlihat dengan jelas bahwa subsistem-subsistem tersebut tidak dapat berdiri sendiri, tetapi saling terkait satu dengan yang lain. Subsistem agribisnis hulu membutuhkan umpan balik dari subsistem usaha tani agar dapat memproduksi sarana produksi yang sesuai dengan kebutuhan budidaya pertanian. Sebaliknya, keberhasilan pelaksanaan operasi subsistem usaha tani bergantung pada sarana produksi yang dihasilkan oleh subsistem agribisnis hilir.

Selanjutnya, proses produksi agribisnis hilir bergantung pada pasokan komoditas primer yang dihasilkan oleh subsistem usahatani. Subsistem jasa layanan pendukung, seperti telah dikemukakan, keberadaannya tergantung pada keberhasilan ketiga subsistem lainnya. Jika subsistem usahatani atau agribisnis hilir mengalami kegagalan, sementara sebagian modalnya merupakan pinjaman maka lembaga keuangan dan asuransi juga akan mengalami kerugian.

Dalam hal pengelolaan sub sistem agribisnis diatas memerlukan penanganan/manajerial. Maka kekhususan manajemen agribisnis antara lain dapat dinyatakan sebagaimana berikut :

1. Keanekaragaman jenis bisnis yang sangat besar pada sektor agribisnis yaitu dari para produsen dasar sampai para pengirim, perantara, pedagang borongan, pemproses, pengepak, pembuat barang, usaha pergudangan, pengangkutan, lembaga keuangan, pengecer, kongsi bahan pangan, restoran dan lainnya.

2. Besarnya jumlah agribisnis, secara kasar berjuta-juta bisnis yang berbeda telah lazim menangani aliran dari produsen sampai ke pengecer.

3. Cara pembentukan agribisnis dasar di sekeliling pengusaha tani. Para pengusaha tani ini menghasilkan beratus-ratus macam bahan pangan dan sandang (serat).

4. Keanekaragaman yang tidak menentu dalam hal ukuran agribisnis, dari perusahaan raksasa sampai pada organisasi yang di kelola oleh satu orang .

5. Agribisnis yang berukuran kecil dan harus bersaing di pasar yang relative bebas dengan penjual yang berjumlah banyak dan pembeli yang lebih sedikit.

6. Falsafah hidup tradisional yang dianut oleh para pekerja agribisnis cenderung membuat agribisnis lebih berpandangan konservatif dibanding bisnis lainnya.

7. Kenyataan bahwa agribisnis cenderung berorientasi pada masyarakat, banyak di antaranya terdapat dikota kecil dan pedesaan, dimana hubungan antar perorangan penting dan ikatan bersifat jangka panjang.

8. Kenyataan bahwa agribisnis yang sudah menjadi industri raksasa sekali pun sangat bersifat musiman.

9. Agribisnis bertalian dengan gejala alam.

10. Dampak dari program dan kebijakan pemerintah mengena langsung pada agribisnis. Misalnya harga gabah sangat dipengaruhi oleh peraturan pemerintah.   

Lahan Pertanian

Mengenal Buah Markisa

Mengenal tentang Buah Markisa




A. Sejarah Buah Markisa

Gambar buah markisa
Buah markisa adalah salah satu dari banyak buah yang berkembang di wilayah tropis dan subtropis. Buah ini banyak dibudidayakan di Amerika Selatan yang sesuai dengan karakteristik pohon ini. Buah ini disebut sebagai passiflora edulis dalam bahasa latin dan merupakan tanaman asli Amerika Selatan. Buah ini banyak berkembang juga di Indonesia. Rasanya yang asam bercampur manis memberikan cita rasa yang nikmat. Buah ini cukup disukai selain rasanya yang khas karena manfaatnya yang baik untuk kesehatan tubuh manusia. Manfaatnya yang cukup besar ini menjadi daya tarik masyarakat untuk mengkonsumsi buah ini. Markisa memiliki nutrisi berupa vitamin yang sangat tinggi, sehingga sangat baik dikonsumsi sebagai pemelihara daya tahun tubuh. Buah yang memiliki daging berwarna oranye ini mengandung vitamin yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh manusia. Oleh karena itu markisa dibutuhkan sebagai sumber pemenuhan kebutuhan vitamin yang ada dalam tubuh manusia.



Dalam taksonomi tumbuhan, belimbing diklasifikasikan sebagai berikut: 


1.
Kingdom
Plantae
2.
Divsi
Spermatophyta 
3.
Sub divisi
Angiospermae 
4.
Kelas
Dicotyledoneae 
5.
Bangsa
Parietales 
6.
Suku
Passifloraceae 
7.
Marga
Passitlora 
8.
Jenis
Passiflora quadrangularis L., Granadilla buto 
 
B. Jenis Buah Markisa

1. Markisa Manis (sweet granadilla)

Markisa Manis
Markisa Yang berwarna orange kekuningan dengan nama latin (Passiflora lingularis) adalah jenis markisa manis (sweet granadilla), mempunyai bentuk bulat lonjong, buah muda berwarna ungu hijau dan buah masak berwarna kuning tua dengan rasa buah manis menyegarkan. markisa jenis ini hanya bisa tumbuh dan berbuah di ketinggian 1000 m diatas permukaan laut, di dataran rendah pun sebenarnya jenis ini bisa tumbuh namun kecil kemungkinan untuk dapat berbuah, hal ini disebabkan kondisi cuaca dan unsur hara di dataran rendah kurang cocok dengan markisa jenis ini, Penyemaian biji markisa bisa dilakukan langsung di polybag, bisa pula di bedeng pesemaian biasa. Biji markisa yang masih dalam keadaan baik, akan mudah sekali tumbuh. Dari penyemaian biji sampai dengan panen perdana diperlukan waktu 1,5 tahun untuk sweet granadilla di dataran tinggi.
Cara penanamannya dengan dirambatkan di pepohonan atau merambatkannya di para-para atau pagar. Kelemahan para-para adalah boros tempat. Kalau tanaman sudah terlalu tua, tumpukan daun tua dan ranting-ranting akan menghalangi pemerikan. Selain itu buah juga hanya akan mau keluar di bagian pinggir para-para. Hingga budidaya markisa di Amerika Selatan, Amerika Tengah dan Australia, kebanyakan dilakukan dengan sistem pagar. Deretan pagar dibangun mengarah utara selatan. Tiang pagar biasnya terbuat dari beton kemudian dihubungkan dengan kawat. Penggunaan tiang pagar dari kayu juga bisa dilakukan, namun akan cepat sekali lapuk. Padahal markisa bisa mencapai umur puluhan tahun sebelum diremajakan. Kalau tiang rambatan sudah lapuk sementara tanaman masih produktif, petani akan dirugikan.

2. Markisa Ungu (purple passion)
Markisa Ungu
Markisa berwarna ungu dengan nama latin (Passiflora edulis var. edulis)adalah markisa masam (purple passion), yang mempunyai bentuk buah bulat lonjong, buah muda berwarna hijau tapi yang masak berwarna coklat ungu, dengan rasa buah asam segar dan beraroma harum. Buah ini Dari penyemaian biji sampai dengan panen perdana diperlukan waktu 1,5 tahun untuk di dataran tinggi. Tanaman ini dibudidayakan di ketinggian 1000 m diatas permukaan laut, namun dengan perlakuan tertentu markisa ungu dapat juga dibudidayakan didataran menengah ataupun rendah. jenis ini umumnya diolah menjadi sirup ataupun olahan lain yang mempunyai nilai ekonomis tinggi.
Cara pembiakannya sama dengan markisa jenis yang lain yaitu dengandirambatkan di pepohonan atau merambatkannya di para-para atau pagar.

3. Markisa Kuning (yellow granadilla)
Markisa Kuning
 Markisa Kuning (Passiflora edulis var. flavicarpa) Adalah jenis markisa masam yang umumnya ditanam didataran rendah hingga menengah, markisa ini mempunyai bentuk bulat lonjong, berwarna kuning ketika telah masak dan berwarna hijau ketika masih muda, markisa ini jarang pemanfaatannya dikonsumsi langsung umumnya diolah menjadi adalah es krim, serbat, nentar, sari buah, konsentrat, squash, selai, dan jeli.

4. Markisa besar (giant granadilla)
Markisa Besar
Markisa Erbis (Passiflora quadrangularis). Adalah jenis markisa masam yang umumnya ditanam didataran rendah hingga menengah, Markisa ini memiliki volume buah yg lebih banyak, Namun markisa besar justru tidak menarik karena rasa buahnya relatif tawar dengan aroma yang tidak kuat.


 








 C. Manfaat Buah Markisa

Berikut ini beberapa manfaat kandungan gizi di dalam markisa  :

1. Serat dan Protein
Meskipun beberapa orang lebih memilih untuk mengkonsumsi markisa dalam bentuk  jus, namun memakannya secara langsung memberikan manfaat gizi tambahan. Secangkir markisa utuh mengandung 24,5 gram serat dan lebih dari 5 gram protein. Kandungan markisa tanpa biji akan mengurangi serat menjadi 0,5 gram per cangkir dan jumlah protein turun di bawah 1 gram.

2. Karatenoid
Secangkir buah markisa mengandung vitamin A sekitar 25% dari nilai harian yang disarankan. Sangat penting untuk menjaga penglihatan yang baik, kulit yang sehat, pertumbuhan sel dan reproduksi. Markisa mengandung setidaknya 13 karotenoid yang berbeda, termasuk zeta, beta dan alpha karoten, b-cryptoxanthin dan lycopene, semua phytochemical non nutrisi yang membantu tubuh memproduksi vitamin A. Karotenoid larut dalam lemak, sehingga memungkinkan penyerapan yang lebih baik dari vitamin A.

 3. Antioksidan
Markisa kaya vitamin C, antioksidan yang melindungi diri dari kerusakan akibat radikal bebas penyebab, mencegah penuaan dini dan menjaga sistem kekebalan tubuh yang kuat. Dengan 1 porsi markisa memberikan semua vitamin C yang dibutuhkan setiap hari. Hal ini juga memberi 10% dari folat yang dibutuhkan.

4. Zat Besi
Markisa merupakan sumber yang kaya besi. Institute of Medicine merekomendasikan bahwa laki-laki setidaknya harus mendapatkan 6 mikrogram besi per hari dan perempuan mendapatkan 8,1 mikrogram, secangkir buah markisa mentah menyediakan hampir 4 miligram. Dipasangkan dengan sereal yang diperkaya dan sayuran yang kaya zat besi seperti dalam mnafaat brokoli, para vegetarian bisa mendapatkan jumlah zat besi yang cukup. Kandungan vitamin C dari buah markisa juga membantu tubuh menyerap kandungan zat besinya. Sejumlah kandungan gizi dalam markisa adalah makanan tambahan yang bagus untuk diet yang dapat menghasilkan sejumlah manfaat kesehatan yang luar biasa. 

5. Mengontrol Tekanan Darah
Satu porsi buah markisa setiap hari, dapat memenuhi 1/4 kebutuhan harian kalium. Kalium adalah mineral penting dalam tubuh salah satunya adalah perannya sebagai vasodilator. Kalium menenangkan pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah. Selain itu, kalium diperlukan untuk menjaga keseimbangan cairan yang tepat dari sel-sel tubuh. Gerakan antara membran hanya terjadi melalui saluran yang diatur oleh kalium, sehingga jumlah mineral yang cukupi sangat penting.


6. Meningkatkan Sirkulasi Darah
Besi dan tembaga keduanya komponen penting dari produksi sel darah merah, sehingga memperbesar pembuuh darah dan kemudian oksigen bisa mengalir bebas ke daerah -daerah yang diperlukan tubuh, merangsang aktivitas metabolisme dalam semua sistem organ dan meningkatkan produktivitas. fungsi aliran darah yang sehat sangat penting untuk tubuh.

7. Menyehatkan Pencernaan
Manfaat buah buahan merupakan sumber serat yang kuat, dan satu porsi markisa menyediakan 98% kebutuhan serat harian. Serat merupakan komponen penting, karena merupakan zat yang memfasilitasi pencernaan makanan yang sehat dan pengaturan buang air besar. Markisa merupakan sumber serat larut yang baik dalam pulp dan bertindak sebagai pencahar massal, menggerakan makanan melewati saluran pencernaan. Hal tersebut akan mengurangi tanda-tanda sembelit dengan mengatur buang air besar dan gangguan pencernaan lainnya.
 

8. Menyehatkan Fungsi Mata
Vitamin A dikaitkan dengan peningkatan kesehatan mata, termasuk pencegahan degenerasi makula, katarak, dan kebutaan. Selain itu, tentang penampilan kulit bukan hanya kandungan antioksidan yang tinggi buah markisa yang mengurangi keriput, tapi vitamin A secara khusus berfungsi untuk meningkatkan kesehatan dan kulit. Termasuk mempromosikan fungsi membran seluruh tubuh, termasuk kulit agar tetap lembab dan bersinar.

9. Mengoptimalkan Sistem Imunitas
Sejak zaman kuno, markisa telah dibudidayakan karena dorongan untuk sistem kekebalan tubuh. Penguatan kekebalan tubuh ini adalah karena adanya vitamin C, karoten, dan cryptoxanthin. Bahkan, buah markisa memiliki lebih dari 100% dari total asupan yang diperlukan vitamin C untuk diet sehat. Semua vitamin ini berfungsi sebagai antioksidan, yang mengikat radikal bebas dari tubuh dan menetralkan mereka sebelum mereka dapat membahayakan sistem organ dan mengakibatkan . Selain itu, vitamin C merangsang aktivitas sel-sel darah putih dan sisanya dari sistem pertahanan kekebalan tubuh, sehingga melindungi tubuh dari penyakit umum dan penyakit serius lainnya.

10. Pencegahan Kanker
Dalam catatan yang terkait dengan kesehatan sistem kekebalan tubuh, markisa juga merupakan sumber yang kuat akan aktivitas anti karsinogenik dalam tubuh. Antioksidan dalam buah markisa terutama menghilangkan radikal bebas, yang menyebabkan kanker. Markisa juga mengandung vitamin A, berbagai flavonoid, dan senyawa fenolik, yang semuanya telah dikaitkan dengan sifat anti-kanker, terutama dalam hal kanker mulut dan paru-paru.


D. Cara Budidaya Buah markisa


Cara membudidayakan buah markisa melalui biji tidak berbeda jauh dengan cara menanam anggur, tanaman ini juga memiliki ciri pohon merambat. Untuk menanam markisa dari biji agar cepat berbuah dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
1. Menyiapkan Bibit Markisa
Pilih jenis markisa yang anda sukai (kuning atau ungu), biarkan buah markisa sampai tua dan sampai jatuh dengan sendirinya. Belah kulit markisa dengan menggunakan pisau, dan ambil buah didalamnya. Pisahkan biji markisa dari daging buah yang membungkus biji. Cuci biji markisa dan jemur di terik matahari selama 1 hari. Kemudian simpan biji markisa yang telah dijemur di wadah, dan letakkan di tempat yang teduh. 
Setelah itu, siapkan polybag kecil untuk menyemai bibit markisa. Isi polybag dengan campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam padi dengan perbandingan 1:1:1. Masukkan 2 biji markisa dalam polybag kecil yang telah diisi media semai tadi, lakukan penyiraman setelah biji di tanam. 
Letakkan polybag semaian di area yang teduh, dan lakukan penyiraman setiap sore hari sampai biji markisa tumbuh. Biarkan bibit markisa yang telah tumbuh sampai memiliki 8-10 helai daun sebelum dipindahkan ke lokasi tanam permanen.

2. Membuat Lubang Tanam
Tanaman buah markisa adalah tanaman yang merambat, sehingga membutuhkan tiang-tiang untuk merambat. Buatlah lubang tanam dengan ukuran 20cm x 20cm dengan kedalaman 30cm. Isi lubang dengan menggunakan campuran pupuk kandang dan sekam padi serta tanah yang gembur sampi 2/3 bagian lubang terisi.
Buatlah tiang-tiang pancang di dekat lubang yang telah dibuat (satu lubang cukup satu tiang saja), buatlah tiang dari kayu yang tidak mudah rapuh atau kayu hidup. Tiang ini nantinya berguna untuk rambatan pohon markisa. Untuk membuat rambatan, dapat menghubungkan tiang-tiang yang telah dibuat menggunakan kawat.

3. Menanam Bibit Markisa
Setelah lubang tanam dan tiang rambatan telah dibuat, bibit markisa yang telah memiliki dauh sekitar 8-10 helai dapat dipindahkan. Pindahkan bibit markisa dengan cara merobek polybag semaian secara perlahan agar tanah semaian tidak hancur. Tanam bibit markisa dan tutup lubang menggunakan tanah yang ada disekitar lubang sampai semua lubang tertutup rata.
Ikatlah pohon markisa ke tiang rambatan dengan menggunakan tali (jangan terlalu kencang, cukup hanya mengarahkan batangnya saja). Dalam waktu sekitar 2 minggu, pohon markisa akan menjalar mengikuti tiang.

4. Merawat Markisa
Perawatan markisa yang perlu dilakukan adalah memangkas cabang-cabang markisa yang terlalu banyak sehingga keluar dari rambatan. Dan mengarahkan cabang-cabang yang menjalar ke rambatan. Pemupukan juga perlu dilakukan setelah umur tanaman menginjak usia 1 bulan.

5. Memanen Buah Markisa
Pohon markisa biasanya akan berbunga dan mengeluarkan buah sekitar umur 4 bulan setelah penanaman. Buah markisa yang siap panen jika warna kulit buahnya sudah menguning, dan jika ditekan atau dipencet akan terasa empuk atau lunak (buah markisa muda berwana hijau dan keras).
Pemanenan dapat dilakukan dengan memotong tangkai buah menggunakan gunting tau pisau yang tajam. Buah markisa dapat dikonsumsi secara langsung, bisa juga dimanfaatkan sebagai bahan jus buah markisa.


E. Contoh Hasil Olahan Buah Markisa


Ini hasil olahan buah markisa yang sangat segar.


Jus Markisa

Resep Membuat Es Markisa Manis Asam Segar
Bahan – bahan membuat es markisa
  • 6 buah markisa matang, belah dan ambil isinya
  • 550 ml air putih bersih, atau coco
  • 200 ml sirup markisa
  • 150 ml cairan gula pasir
  • 200 gram sari kelapa
  • es batu, hancurkan
Cara Membuat Es Markisa Manis Asam Segar
  1. siapkan wadah untuk mencampurkan bahan-bahan seperti cairan gula pasir dalam satu wadah
  2. tambahkan sirup markisa dan buah markisa kedalam campuran gula tadi
  3. kemudian masukan juga sari kelapa yang sudah dibersihkan terlebihdulu kedalam wadah yang telah disiapkan
  4. lalu masukan es batu yang telah dihancurkan tadi kedalam semua campuran minuman, kemudian adauk hingga tercampur semua
  5. es markisa segar siap untuk disajikan.